Ngelamar

Selamat Datang dunia nyata, mungkin kata itulah yang cocok buatku sekarang. Scedule hari ini adalah jam 9 nanti, aku akan pergi ke salah satu universitas swasta di Surabaya untuk masukin lamaran kerja di Bank Jatim sebagai analisis kredit. Jam 8.30 pagi aku ke kampus, mengambil transkip nilai, karena kebetulan aku belum lulus. Di kampus aku menunggu dosenku yang mengurus transkip itu, lama……………banget sebab beliau lagi ngajar. Mau tidak mau ya harus menunggu, padahal jadwal registrasi di undangan dari Bank tersebut pukul 9. Satu jam berikutnya penantianku berakhir dengan di panggilnya namaku oleh Kepala TU. Transkipnya dah selesai Zak” kata Ibu kepala TU. Kemudian aku balik ke tempat kerja untuk mempersiapkan keperluanku, izin dari tempat kerja sekaligus menunggu ojek gratis alias jemputan.
Sesampainya di kampus swasta tersebut, aku harus menunggu lagi. No urut diatas seribu, pendaftarannya jam 11 siang, kebetulan no ku 1282, bayangin 1282. Kepanikanku bertambah lagi ketika tahu bahwa aku belum membuat surat pernyataan yang disyaratkan oleh perusahaan. Akupun mengajak si tukang ojek untuk ke rental buat ngetik dan beli materai juga. Setelah dirasa cukup, akupun kembali dan siap dengan kelengkapan administrasi yang dibutuhkan. Akupun antri seperti pelamar yang lain, untung saja antriku tidak terlalu lama. Nyerahin berkas, dapat kartu ujian dan finish. Tinggal menunggu hari selasa depan jam 8 pagi guna tes psikotes. Lagian kasihan mas ojeknya, nungguin, ditambah belum sarapan lagi dia. Kita pulang dan makan setelah kelaparan dari tadi pagi. Sekarang yang jadi PR adalah bagaimana aku bisa lolos psikotes mengingat aku belum pernah ikut psikotes. Apa kiat-kiatnya biar lulus psikotes, apa saja dan seperti apa soalnya, sama sekali aku tidak tahu. Ya udah lah, pasrah aja.
Ada gak ya yang bisa ngasih bocoran agar aku lulus psikotes dan tentang jenis soal dari psikotes itu sendiri.

NGERI………..

Liburan kali ini menurutku liburan yang benar-benar menyebalkan. Kalau semua orang pada senang bermudik-mudik ria, tidak begitu buat seorang zakiyah. Aku harus menghabiskan hari libur nasional dengan bekerja dan sibuk buat skripsi. Tenaga habis, pikiran sumpek, bete, jenuh, semuanya numplek amblek deh. Kalau orang gaul bilang ” KASIHAN DEH LU”.
Tadi pagi aku ke perpustakaan daerah (perpusda), biasa cari bahan skripsi yang mentok gak jalan-jalan gara-gara mas jenuh dan dek males terus menemaniku. Mereka seolah tidak mau pergi dariku, apa karena aku terlalu cantik dan begitu baik buat mereka? ah sutralah, kata MAIA ” Emang Gue Pikirin?”. Kembali ke pembahasan Perpusda tadi, setelah dapet buku, nulis-nulis skripsi,pinjem buku , aku liat pameran buku murah, yang kebetulan satu area dengan perpusda. Selain pameran buku, ada talk show tentang periklanan dan pajak. Akupun tertarik untuk mengikuti talk show itu, sedetik kemudian aku duduk dengan maniez. Kubuka tasku dan WOW , tempat Hp ku gak ada mampus gue.Akupun langsung lari dengan cantiknya ala model, lalu aku minta kunci loker yang aku pinjem tadi, eh…………..udah ternyata udah kepegang orang lain. Aku lari ke tempat antrian peminjaman, alhamdulillah ketemu juga, mungkin masih rezekiku kali ya.gimana enggak, itu hp aku beli dengan tabungan sendiri. Gak kebayang deh kalau hilang beneran, bukan bermaksud sombong sih, disitu ada 2 hp, 3 flasdisk, satunya punya temen yang dititpin karena minta di benerin. Kalau hilang bisa-bisa aku dimusuhin seumur hidup dia karena data skripsinya ada didalamnya.
And then inggris bo’ aku liat pameran buku, siapa tau ada buku yang cocok harganya. Sebelah tempat pameran buku, ada stand donor darah. Ya….aku memang berencana untuk donor darah. Selain pingin tau jenis darah biru atau darah merah darahku, aku juga pengen beramal karena amal harta belum mampu , aku mendekati loket pendaftaran. Beberapa menit selanjutnya aku hanya terdiam terpaku, tidak berani mendekat lebih dekat karena tau sendiri kenapa?…..Aku takut, aku ngeri. Aku membayangkan jarum suntik menerobos pertahanan kulitku. Aku takut kalau kehabisan darah karena kebanyakan di ambil, aku takut nanti pingsan, mati bahkan. Intinya nyaliku takut kut kut, apalagi si RIDU yang majangin foto di postingannya, waktu dia donor, Ah enggak deh, terimakasih banyak pikirku.
Dengan langkah betinaku, aku sukes mundur teratur, dan sudah dalam posisi aman terkendali. Akhirnya niat hanya tinggal niat, manusia boleh berencana tapi ALLAH jugalah yang menentukan, bukan begitu????? Setidaknya dengan niat aku dah dapat 1 pahala, itu kata pak kiyai.

Virus M

Aku hanya punya waktu 1 bulan untuk memutuskan kelangsungan masa depanku. 18 Maret sampai 18 April besok, merupakan penentuan segala pengharapan keluargaku. Aku berharap Maret ini berjalan dengan lambat, namun waktu sepertinya tidak mau berpihak denganku.
Kesel dengan diri sendiri, bingung apa yang harus kutulis, jenuh dengan rutinitas serta kekangenanku ma keluarga menjadikanku stuck di tempat tanpa adanya progress atas tanggung jawabku. Virus yang aku sebut dengan virus abadi yang tak akan pernah mati menggerogoti seluruh organ tubuh. Otak serta saraf menjadi korban dari keganasan virus tersebut. Seperti strok, aku hanya bisa diam, susah untuk digerakkan.Dokter, dukun, tabib tidak bisa mengeluarkan virus itu dari badanku. Mereka angkat tangan, meyatakan menyerah karna merasa tidak mampu. Aku putus asa, apakah aku akan mati karena dimakan oleh virus itu? Mungkin rasa sakit dalam diri bisa aku tahan, namun aku tidak akan memaafkan diri sendiri bila virus itu membuat sedih dan kecewa keluargaku.
Virus ini sebenarnya sudah lama bersarang dalam tubuh. Penyebarannya sangan cepat, penyebaran virus ini mengalahkan virus HIV. Bila virus ini terus dan terus bersarang dalam tubuh seseorang, bisa mengahancurkan masa depan seseorang. Mirip dengan efek yang dihasilkan virus HIV. Karena virus ini pula skripsiku stuck di tengah jalan.
Ya, virus itu yang buat aku kelabakan setiap hari, berharap waktu berjalan dengan lambat, berharap maret tidak segera berakhir, aku stress, aku gila,ah……………………………rasanya mau lari aja. Virus M itu adalah MALES

Episode 3…………….Linda Sahabatku

Aku ingin bercerita tentang kehidupan kuliahmu, kisah tentang hubungan mahasiswa dan dosen. Mereka dipertemukan pertama kali dalam bangku kuliah dimana sang dozen adalah mantan teman sekelas abangmu.Hari terus berputar, banyak sudah yang kalian alami bersama. Tak ada yang aneh dari hubungan mereka, hanya saja orang-orang disekeliling mereka yang seringkali menilai dan mengartikan lain hubungan tersebut dalam bentuk yang tidak selayaknya, apalagi kalau bukan hubunga cinta.
Aku tahu kamu tidak ambil pusing saat itu karena kamu tidak merasa dirugikan walau sedikit banyak telah mulai timbul banyak orang yang iri atas kedekatan dan perhatian yang di tujukan sang dozen kepadamu. Lama kelaman kamu mulai curiga atas perilaku yang sudah tak sewajarnya dimiliki oleh seorang dozen terhadap mahasiswanya, namun kamu menepis itu dengan sikap cuekmu. Masalah timbul saat engkau bertengkar dengan teman karibmu yang ketahuan telah menjadi tempat curhatan sang dozen, siapa sebenarnya yang dicintai beliau dan mengapa bukan kamu saja yang dijadikan tempat curhat beliau, padahal kamu ngerasa lebih berhak dibanding temanmu itu. Lucu juga saat ku tahu kau mendiamkan temanmu itu.
Akhirnya temanmu itu berbicara hal yang sebenarnya, rahasia sang dozen yang dicerikan padanya. Bagai halilintar menyambar disiang bolong, Lindapun terkejut oleh berita yang dibawa sang teman, bahwa gadis misterius yang selama ini menjadi gadis impian sang dozen adalah dirinya. Dia berusaha menguasai diri, namun dia terap tidak percaya walaupun temannya tak akan pernah membohonginya. Dasar kamu orangnya nekat, kamu tanyakan itu langsung ke sang dozen, hasilnya……..kamu tak dapat membantah, karna memang itulah kenyataannya.
Aku bangga sekali ketika kamu menjawab dengan tegas bahwa kamu sudah terikat suatu hubungan dengan orang lain.kamu juga tidak memiliki rasa layaknya perempuan dengan laki-laki, kecuali hanya hubungan mahasiswa dan dozen. Jika kamu terlalu dekat dengan beliau karena kamu membutuhkan sosok yang lebih dewasa, yang bisa ngerti kamu, memotivasi dan tentunya yang bisa tahu tentang kamu lebih, karena kamu tidak mendapatkan semuanya dari keluargamu. Jadi bukan perasaan yang lain.
Kini dirimu telah berpisah dengan sang dozen karena dia harus pindah, hampir 2 tahun perpisahan itu, kamu bukan gadis kecil lagi, yang selalu ingin diperhatikan. Linda aku tahu walau kamu telah berpisah dari sang pemuja, aku yakin hubungan perasaan kalian masih terjalin, karena dialah yang membina pertumbuhan batinmu selama di kampus, jadi sampai kapanpun kamu takkan bisa lepas dari beliau. dia adalah guru, sahabat, pendukung setiamu dan tentunya orang yang pernah mencintaimu. Maka berterima kasihlah padanya, sebab kau amat sangat beruntung, keberuntungan sebagai seorang murid dan seorang wanita

Episode 2. Linda…………..Sahabatku

Hari berganti bulan dan genap sudah satu tahun hubungan mereka, datanglah sahabat karibnya tapi bukan aku dengan membawa kabar tentang kehidupan asli sang Arjuna. Dia membawa juga saksi yang menguatkan pengakuan sang sahabat. Disiang hari dibawalah Linda kesuatu tempa, dimana ada perempuan yang pernah satu kelas dengannya dulu waktu di SMP. Dia memberitahukan kepribadian suram sang arjuna, merasa belum puas, sang sahabat mendatangkan saksi seorang gadis yang pernah melayani nafsu bejat sang Arjuna. Sampai disitu Linda tidak tahan dan hampir pingsan karena keterkejutannya, mendengar penuturan si gadis. Tidak hanya itu, sang Arjuna sering kepergok memboking cewek untuk digauli rame-rame bersama teman-temannya, dan masih banyak lagi kebejatan yang tidak pantas untuk di ceritakan. Linda aku tahu bagaimana remuknya hatimu.
Linda berfikir bahwa itu semua adalah bagian dari masa lalu sang Arjuna, namun hal itu menjadi bagian dari kehidupannya sampai sekarang. Yach linda, betapa malang benar nasibmu. Aku tak bisa menyalahkanmu ketika kamu mengambil keputusan untuk lepas dari sang Arjuna, akupun mendukungmu! Dengan langkah gontai dan segala kehancuran harapannya yang telah berkeping-keping, ia mengumpulkan seluruh keluarga untuk menyelesaikan masalahmu itu, dan siapa yang paling terpukul kalau bukan bokapmu dalang dari semua perjodohan ini.Pagi harinya Linda menemui sang Arjuna dengan membawa sepucuk surat yang telah dipersiapkan sebelumnya. Tapi sayang arjuna tidak ada. Dihatinya terselip kekhawatiran apakkah arjuna akan menerima keputusannya secara sepihak, apalagi hanya dengan alasan terlalu sepele, “ketidakcocokan dan ketidakyakinan untuk bisa langgeng dengan dia”.
Setelah magrib, sang arjuna menelphone. Akhirnya dia bisa menerima keputusan Linda. Semuanya normal-normal saja, dengan sedikit penjelasan, si dia sudah bisa menerima, entah karena kedewasaan atau jiwa besarnya, diapun tak tahu, sempat pula si dia berujar untuk tetap menjalin hubungan secara baik. Mendengar semua penuturan itu, hati Linda sedikit lega, biar semua berlalu dan berganti nuansa.
Waktu berjalan seiring kelukaan yang tertoreh, sampai terdengan kabar tentang pertunangan si Arjuna. Bukan hanya berita itu yang telah menghancurkannya, namun kabar tentang kebencian dan kemarahan serta dendam yang disimpan arjuna untuknya. Bak jatuh ditimpa tangga , belum setahun berjalan, sang arjuna telah berpindah kelain hati dan merubah seluruh cinta yang pernah dia rasakan menjadi kebencian yang dia berikan.
Kembali Linda terpuruk dalam kelukaan hatinya, padahal belum pupus dalam harapan, agar suatu saat dipertemukan kembali dalam keadaan yang berbeda dan dipersatukan lagi apabila ALLAH menghendaki. Tapi semua telah sirna, harapan untuk baikpun tak mungkin dimilikinya, entah siapa yang salah……sahabatku ataukah si arjuna yang tidak pernah diketahui kepastiannya, atau mungkin keadaanlah yang berperan lebih banyak dalam mempertanggung jawabkan segalanya. Tangisan dan isaknya tak terbendung lagi, semuanya tumpah dipangkuanku, kuelus rambut panjangnya. Linda tabahlah, kitavtak pernah tahu apa sebenarnya takdir yang telah ditentukan untuk kita. Serahkan semua padaNYA, biarkan DIA yang meneruskan urutan kehidupan ini.
Kupandang wajahnya sekali lagi, wajah yang penuh duka, andaikan bisa, aku ingin langsung berlari mencari orang yang telah begitu menyakiti hati Lindaku ini, ingin kukatakan ia tidak adil, tidak bisa menyelesaikan permasalahan secara dewasa, seharusnya intropeksi dan menyelediki apa yang melatar belakangi terbengkalainya hubungan mereka. Linda telah putus asa, dia trauma untuk mencintai sekaligus dicintai.
Aku tahu kau Linda…….
Masih banyak yang kau sembunyikan dariku tentang duka keluargamu yang sering kau bilang tak mampu mengungkapkan lebih banyak dari yang telah kuketahui. Yang kuketahui….kau tak puas dengan situasi keluargamu yang penuh keotoritasan, kekerasan yang saling menguasai semua anggota keluarga, hampir tidak ada sisa bagimu untuk mengekspresikan diri dan jiwamu. kau telah dewasa, sudah waktnya suaramu didengar, pendapatnu dipertimbangkan, Tapi……………..yach, karena ini urusan keluarga, aku tak mau bicara banyak tentang hal ini, walau sebenarnya aku ingin terlibat didalamnya, untuk bisa terus mendampingimu, tapi biarlah..mungkin ini takdirmu

Tukang Cuci Motor

Pagi tadi aku habis cuci motor di tempat penyucian motor,maklum aku gak bisa cuci motor sendiri. Dulu pernah aku sekali cuci motor sendiri, eh………..setelah bersih mau dipake ternyata ngadat gak bisa dinyalain. Habis itu aku kapok, lagian aku juga malas, :)
Mambawa motor kesalon adalah termasuk satu dari sekian rutinitas, dan aku menyukainya. Aku menikmati pemandangan didepanku, melihat si tukang cuci me-make up kendaraanku menjadi bersih, cantik, lebih sedap dipandang seperti se empunya gak boleh protes, membuatku merasa puas. Harga salon motor tergolong murah di tempatku, cuma 5000 rupiah, murah banget kan? untuk ukuran tenaga yang dikeluarkan, hasil yang kita dapatkan, dan kota besar seperti Surabaya, 5000 sangatlah nominal yang amat sangat kecil banget.Belum 5000 itu dipotong dengan biaya operasional, dari air, sewa tempat, listrik dan banyak lagi.
. Dalam penantianku menunggu motorku di mandiin, aku melihat para pencuci itu bekerja dengan serius, tanpa banyak ngobrol dengan sesama teman seprofesinya. Meski sesekali mereka ada pembicaraan sebentar, itupun hanya karena permisi, pinjam kain lap,pokoknya karena pekerjaan lah. Mereka lebih banyak bekerja daripada bicara,bener-bener bukan tong kosong. Apakah profesionalisme, atau tuntutan perut agar dengan cepet menyelesaikan pekerjaan, mereka bisa mendapat pelanggan lebih banyak sehingga hasil yang didapatkan juga lebih banyak pula. Apapun itu, aku salut banget dengan kerjaan mereka. Untuk membersihkan satu motor membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam dengan beberapa kali proses, dari pra cuci sampai pasca cuci.
Satu hal yang membuatku begitu simpatik adalah keihklasan mereka dalam bekerja, membuat orang puas dengan hasil mereka tanpa memperdulikan hasil yang mereka dapatkan. Apa yang terjadi dengan para pencuci motor berbanding terbalik dengan pejabat pemerintahan kita. Contoh kecil adalah para dewan yang duduk di lembaga legislatif. Pekerjaan mereka begitu mudah namun gaji mereka amat sangat buanyak. Belum lagi ditambah dengan adanya ceperan .Kerjaan mereka hanya rapat yang diselingi dengan guyonan sehingga lamban dalam menghasilkan keputusan, rekreasi meskipun mereka berdalih kunjungan kerja, studi banding atau apalah seribu satu alasan yang mereka kemukakan, tidur saat rapat, dan banyak lagi kemunafikan yang dilakukan, yang amat sangat memuakkan.Para legislatif yang terkasihan karena mereka akan mendapat hasil atas apa yang telah ia lakukan dengan memakan uang rakyat untuk kepentingan mereka. mereka senang sekali kalau ada proyek membuat undang-undang, mengamandemen undang-undang karena sekali membuat undang-undang mereka bisa mendapatkan ratusan juta rupiah sebagai ungkapan rasa terimakasih. Liat aja RUU anti pornografi yang menguap begitu aja, pro kontra mengenai UU kasus lumpur Lapindo,dan yang terakhir sibuk dengan UU tentang pemilu. Apa gak ada pembahasan yang lebih penting dan bonafit lagi. Mungkin membahas gimana caranya mengurangi pengangguran, menanggulangi kemiskinan, mencari solusi untuk para korban lapindo, bukankah itu lebih bermanfaat?
Seharusnya para dewan lebih bisa belajar dari tukang cuci motor, yang memiliki prinsip “sedikit bicara tapi banyak kerja”.

Apa yang saya tulis tidak ada maksud sentimen pribadi, apabila ada yang tersinggung karena mungkin ada yang punya keluarga, orang tua, pacar, mertua, menantu atau dirinya sendiri adalah seorang anggota dewan saya minta maaf. Kalau anda bukan dari apa yang ada di tulisan saya,saya yakin pasti anda tidak akan tersinggung dengan ini.

Sinting

Entah mengapa bangsa ini semakin hari semakin penuh dengan orang-orang gila. sudah cukup penat dan sumpek kita melihat banyaknya koruptor di negara kita, e…………….ditambah lagi kepenatan itu dengan banyaknya orang-orang SINTING.
Kemarin malam waktu aku pulang dari tempat les, jalan raya yang saya lalui penuh dengan banyaknya orang, mulai dari anak kecil ampe tuir, dari yang jelek ampe yang cantik kayak aku, dari pedagang kelontong ampe polisi tumplek blek disana. Did you know what heppened in there?…………….( ceile pake bahasa planet segala). Ternyata eh ternyata ada seorang pria lagi nyantai diatas tower listrik. Gak tahu apa modusnya, apa dia lagi sekedar nyantai melihat bintang dan bulan yang sama sekali tidak memancarkan cahayanya karena mendung menyelimuti ato berniat mengakhiri hidup karena putus cinta ato gak dapat togel, i didn’t know ( ora ngurus), tapi bikin heran ma sebel aja. Dah bikin jalan macet, bikin kuatir, bikin kerjaan pak polisi, tau sendiri banyak hal yang lebih penting yang harus dikerjakan oleh polisi daripada ngurusin orang yang sudah tidak bisa hargain dirinya sendiri. Satu hal yang bia aku katakan, dah sinting kali tu orang. Ada-ada aja………………wes emboh lah

Sory…………

Jadi malu aku mo nulis ini.
Buat hadirin-hadirot yang terhormat, saya mau meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada kalian semua.Khususnya penggemar setia saya (ceile……………..artis kali) spesial para fans yang menunggu kelanjutan cerita LINDA, kalau saya belum bisa melanjutkan menulis karena kesibukan yang bejibun baget. Bukannya sombong, bukannya takabur, bukannya sok gimana gitu, tapi inilah kenyataan yang terjadi pada diri saya ……………..hihihi……………
Kreatifitas otak untuk melanjut pada episode 2 belum muncul karena otak besar, otak kecil, pokoknya bagian otak2 yang memiliki fungsi masing2, tidak bereaksi untuk memunculkan ide untuk menulis kisah LINDA disebabkan telah penuh diisi urusan2 lain, yang lebih penting.
Bukannya ngeblogg gak penting, tapi ada yang lebih penting, ini menyangkut harkat martabat, hidup mati, perut dan masa depan saya sebagai pekerja, mahasiswa, anak, kakak, adik dan pacar, pokoke complecated. I must share of myself to do anything alone, and give best of the best to my family. Kalau hadirin hadirot yang kebetulan sekarang atau pernah berada di posisi saya, namun tetep bisa berkreatifitas, ya …………….everyone has been different standart capability. Aku bukan kamu dan kamu juga bukan aku. Mudah-mudahan saya bisa menerusakan cerita LINDA dengan lebih baik.

Episode1 .Linda………….sahabatku

Kisah dibuka dari pandangan kosong seorang gadis, sebut saja namanya LInda. Sebagai sahabatnya sejak kecil, aku tahu dan kenal benar siapa dan kepribadiannya dia. Pernah suatu kali dia bercerita tantang kehidupan yang seringkali dirasanya suram. Aku hanya tersenyum melihat dia menumpahkan problematika kehidupannya, mulai dari masalah keluarga, lingkunganya serta dilema seputar asmara dan cintanya.
Linda…kau adalah sahabatku. Kau terlalu peka, belajarlah untuk sedikit cuek biar dunia ini lebih indah……..itu kataku yang seringkali kulontarkan untuk mengentaskannya dari dukanya. Namun kata-kata itu tak pernah berarti, dari remaja hingga dia tumbuh menjadi seorang gadis yang mulai beranjak dewasa, tetap saja ia memelihara kesensitifan perasaannya.
21 usianya, tak terasa persahabatan kamipun semakin kental, aku ingin membantunya, tapi apa dayaku. Ketika senja hari kutanya, ia melamun dan bercerita tentang sang arjuna yang kini berubah menjadi monster yang siap untuk selalu menyerangnya.Ya memang cinta yang kata orang indah, bisa berubah wujud menjadi kepekatan malam yang menyesatkan. Linda tumbuh selayaknya gadis2 remaja, layaknyalah bila ia punya kisah cinta pertama, dia cukup berduka selama 3 tahun karena cinta masa kecilnya. Kisah itu kini sudah tertutup, tak ada yang tersisa sampai suatu ketika ia dipertemukan dengan calon ayahnya. Ia nurut karena ia berjanji tidak akan jatuh cinta lagi, sampi akhirnya ia bertemu dengan pilihan sang orang tua.Ia mulai belajar mencintainya jauh2 hari sebelum mengenal dan tau seperti apa sosok calon suaminya itu.
Linda pasrah, toh takdir telah dicatat, jadi dia tidak mau mengorbankan harapan orang tua.apabila terjadi sesuatu dalam hidupnya mendatang, itu sudah diluar kuasanya, itulah kata-katanya saat itu.

to be continue……………………ya

Valday’s Moment

Cinta…………………
Ada banyak yang disajikan.
Plus ancaman
Bagi pelakonnya.
Ia datang dan pergi
Sesuka hati
Tanpa permisi
Adakah hati siap
Tuk sambut hadirnya
Dan lepaskan kepergiannya
Cinta…………………..
Kau bisa menjelma
Dalam keharuman semerbak wewangian
Dan pula dapat berubah wujud
Dalam keanyiran bau jamban
Jika berani
Masukilah dunia cinta
Jika tidak
Larilah sejauh-jauhnya
Tapi kau takkan berhasil
Sebab hidup ini penuh dengan cinta
Jika ingin menghindar, mati saja !!!!